
Setelah melalui serangkaian uji kepatutan dan kelayakan, Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menetapkan Wahyudi Anas sebagai Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk periode 2025–2029. Penetapan berlangsung dalam rapat kerja Komisi XII DPR, Senin (8/9), menggantikan Erika Retnowati yang telah menuntaskan masa jabatannya.
Dalam susunan baru, Erika tidak sepenuhnya meninggalkan BPH Migas. Ia kini bergabung sebagai anggota Komite BPH Migas bersama delapan nama lain hasil seleksi. Keputusan ini diambil melalui musyawarah internal setelah DPR menyeleksi 18 calon anggota komite.
“Dari 9 calon anggota komite BPH Migas terpilih maka disepakati saudara Wahyudi Anas menjadi Kepala Komite BPH Migas masa jabatan 2025–2029,” ujar Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng Suparwoto.
Susunan Komite Baru
Berikut sembilan nama anggota Komite BPH Migas periode 2025–2029:
- Arif Wardono
- Bambang Hermanto
- Baskara Agung Wibawa
- Eman Salman Arief
- Erika Retnowati
- Fathul Nugroho
- Harya Adityawarman
- Hasbi Anshory
- Wahyudi Anas (Ketua)
Bukan Orang Baru di Migas
Wahyudi Anas sejatinya bukan wajah asing di industri migas tanah air. Selama 35 tahun ia berkarier di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), mengisi sejumlah posisi strategis. Di antaranya Group Head Business Unit Gas Product (2015–2020) dan Group Head SSE (2020–2021).
Pria kelahiran Surabaya ini adalah lulusan Teknik Mesin Universitas Sunan Giri. Ia juga menempuh pendidikan berjenjang D1, D2, dan D3 Teknologi Gas di Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Cepu, basis pendidikan yang melahirkan banyak praktisi migas handal.
Sebagai nahkoda baru, Wahyudi akan menghadapi tantangan besar: memastikan distribusi energi nasional tetap andal dan terjangkau di tengah gencarnya agenda transisi energi. Tugas BPH Migas mencakup pengaturan dan pengawasan hilir migas, mulai dari penyaluran BBM, pemanfaatan gas bumi, hingga menjaga keterjangkauan harga energi bagi masyarakat.
Dengan pengalaman panjang di PGAS, Wahyudi diharapkan mampu membawa perspektif segar, terutama dalam memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik. Kehadirannya juga menandai kesinambungan kepemimpinan di BPH Migas, lembaga strategis yang jadi penghubung antara energi, industri, dan masyarakat.
***
Ahmad Supardi, SustainergyID.





Tinggalkan komentar