Nakhodai KLH/BPLH, Menteri Jumhur: Environmental Ethics Jadi Penyelamat Bumi

Tongkat estafet kepemimpinan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi berganti. Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan jabatan kepada Moh. Jumhur Hidayat, menandai babak baru dalam penguatan kebijakan dan implementasi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.

Dalam pernyataan perdananya, Menteri Jumhur menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Ia mendorong agar etika lingkungan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, baik di tingkat dasar maupun perguruan tinggi.

Environmental ethics saya harap bisa masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Ketika etika itu tertanam sejak dini, maka dalam peran apa pun ke depan, kesadaran lingkungan akan tetap melekat,” ujarnya.

Selain pendidikan, Jumhur menyoroti arah pembangunan yang harus selaras dengan kelestarian alam. Ia menegaskan bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan, melainkan harus berjalan beriringan melalui kepatuhan terhadap standar yang berlaku.

Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengakui masih adanya pekerjaan rumah selama masa kepemimpinannya periode 2024–2026. Ia berharap berbagai agenda tersebut dapat dilanjutkan dan dipercepat di bawah kepemimpinan yang baru.

“Dengan pengalaman dan rekam jejak panjang yang dimiliki Pak Menteri, saya optimistis pengelolaan lingkungan hidup akan semakin meningkat,” kata Hanif.

Menteri Jumhur juga mendorong jajaran KLH/BPLH untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif di lapangan. Ia meminta dukungan dalam bentuk gagasan terbaik serta kerja bersama sesuai arahan pemerintah.

Serah terima jabatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kebijakan lingkungan hidup nasional. Pemerintah berharap, di bawah kepemimpinan baru, berbagai program strategis dapat diperkuat dan mampu menjawab tantangan lingkungan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

***

Ahmad Supardi, SustainergyID.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren