
Di tengah padatnya agenda Konferensi Internasional Perubahan Iklim PBB (COP30), PT Pertamina (Persero) menegaskan kembali komitmennya terhadap pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.
Senior Vice President HSSE PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menyampaikan bahwa upaya menjaga lingkungan bukan sekadar tuntutan regulasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan operasi energi nasional.
“Pertamina terus mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dengan mengintegrasikan aspek tersebut dalam kegiatan perusahaan untuk mencapai dampak positif,” ujar Wenny dalam salah satu sesi pemaparan di COP30, Belém, Brasil, 19 November 2025.
Menurut Wenny, komitmen itu diwujudkan lewat berbagai program nyata: konservasi flora-fauna Nusantara, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman mangrove, hingga pengembangan Hutan Sosial bersama masyarakat. Program-program tersebut dirancang bukan hanya untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis jangka panjang.
Data Pertamina menunjukkan, upaya konservasi telah menjangkau banyak spesies endemik Indonesia. Di Sumatra, perusahaan mendukung perlindungan Gajah Sumatra. Di Kalimantan, konservasi menyasar Orangutan, Beruang Madu, dan Anggrek Hitam. Di Jawa Barat, perhatian diberikan pada Owa Jawa, Elang Kamojang, serta bunga Krisan (Seruni). Konservasi juga dilakukan untuk Rusa Timor di Cilacap dan Tuban, serta berbagai satwa ikonik Sulawesi seperti Maleo, Nuri, Kakatua, dan Monyet Hitam, hingga Burung Mambruk Ubiaat di Papua.
“Pertamina telah menetapkan pedoman kerja untuk memastikan pengelolaan keanekaragaman hayati yang bertanggung jawab, selaras dengan peraturan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan jangka panjang di seluruh wilayah operasional,” tambah Wenny.
Dengan sebagian operasi berada di kawasan hutan, Pertamina memastikan kepatuhan terhadap Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Namun, Wenny menegaskan bahwa perusahaan tidak berhenti pada kepatuhan administratif. Pertamina turut menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperkuat program Hutan Sosial di berbagai wilayah.
Hingga kini, total area penanaman pohon sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban PPKH mencapai 1.560 hektare. Sementara program konservasi dan reboisasi perusahaan tercatat mencapai 337 program hutan berkelanjutan, dengan total 8,92 juta pohon ditanam sejak 2018.
“Sejalan dengan upaya Pertamina mendukung keberlanjutan energi di Indonesia, kami juga berkomitmen melindungi alam melalui konservasi keanekaragaman hayati dan memastikan dampak positif bersih,” kata Wenny mengakhiri pemaparannya.
Sentuhan ekologis yang dibawa Pertamina di COP30 memperlihatkan upaya perusahaan energi nasional untuk menjaga keseimbangan: mendorong transisi energi, sambil memastikan kehidupan alam tetap tumbuh bersama kegiatan industri.
***
Ahmad Supardi, SustainergyID





Tinggalkan komentar