
Azan Magrib baru saja berkumandang di Desa Bandar Jaya, Musi Banyuasin, Suamtera Selatan, ketika cahaya putih dari bohlam kecil menerangi ruang tamu rumah panggung milik Ruslan (52).
Malam itu berbeda. Untuk pertama kalinya, setelah hampir sepuluh tahun hidup dalam gelap, rumah buruh tani itu kini terang benderang.
“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu pasang listrik gratis. Alhamdulillah, ini sangat membantu sekali bagi saya,” ujar Ruslan pada 19 Oktober 2025 lalu, dengan mata berbinar di bawah cahaya lampu yang baru saja menyala.
Sebelumnya, malam-malam di rumah Ruslan hanya diterangi lampu minyak dan suara dengungan genset kecil yang harus diisi bahan bakar dua hari sekali. Kini, suara “klik” sakelar menjadi penanda perubahan besar dalam hidupnya.
“Anak-anak dulu belajar pakai lampu minyak. Kalau habis minyak, ya sudah, belajar seadanya. Sekarang mereka bisa belajar lebih lama, makin semangat juga,” katanya.
Kehadiran listrik dari Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PLN, tidak hanya membawa terang, tapi juga membuka peluang baru bagi keluarga Ruslan. Ia dan istrinya kini mulai merancang usaha kecil untuk menambah penghasilan.
“Kalau ada listrik, saya mau beli kulkas, bisa jualan es. Istri saya penjahit, nanti bisa lebih banyak pesanan. Saya yakin ke depan hidup kami akan lebih baik,” ucapnya penuh harap.
Program BPBL sendiri telah berjalan sejak 2022. Hingga 2024, program ini berhasil memberikan sambungan listrik gratis kepada lebih dari 367 ribu rumah tangga tidak mampu di seluruh Indonesia. Tahun ini, pemerintah menargetkan tambahan 215 ribu rumah tangga penerima manfaat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, program BPBL merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk mewujudkan keadilan sosial.
“Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia merdeka dari kegelapan. Ini bagian dari amanat konstitusi dan target Presiden untuk pemerataan listrik hingga 2029–2030,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan PLN untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM dalam mempercepat pemerataan listrik.
“Arahan Presiden dan Menteri ESDM jelas: tidak boleh ada lagi saudara kita yang hidup dalam kegelapan. Listrik bukan sekadar penerangan, tapi fondasi pembangunan dan penggerak ekonomi,” tegas Darmawan.
Di rumah panggung di Bandar Jaya itu, cahaya lampu kini bukan sekadar penerangan, melainkan simbol harapan baru.
***
Ahmad Supardi, SustainergyID





Tinggalkan komentar